Digital Business
 

PNP sudah hasilkan 9 startup unggulan

Digital Business 07 Sep 2017 | 11:57:50
PNP sudah hasilkan 9 startup unggulan
JAKARTA (IndoTelko) – Sembilan startup gelombang pertama Program Akselerator Plug and Play Indonesia (PNP Indonesia) bergiliran mempresentasikan pencapaian dan rencana pengembangan mereka pada acara “Demo Day” setelah melalui 14 minggu pembinaan dan pelatihan bersama Plug and Play Indonesia.

Demo Day ini menandai kelulusan sembilan startup binaan program akselerator Plug and Play Indonesia.

Program ini merupakan hasil kerjasama antara Gan Konsulindo, perusahaan investasi lokal Indonesia, dan Plug and Play, akselerator startup berskala global yang berkantor pusat di Silicon Valley.

Aktivitas Plug and Play di Indonesia tidak terlepas dari dukungan 4 perusahaan besar yang bermitra dengan Plug and Play; Astra International, Bank Negara Indonesia, Bank Tabungan Negara, dan Sinar Mas. Diharapkan jumlah mitra ini akan terus bertambah.

Acara Demo Day Plug and Play Indonesia diselenggarakan siang ini di Ballroom Djakarta Theater dan akan dihadiri oleh lebih dari 200 tamu yang meliputi petinggi dari 4 perusahaan mitra Plug and Play dan para pemangku kepentingan di komunitas startup seperti angel investors dan venture capitalists, perwakilan dari instansi pemerintah, dan juga awak media.

Program Akselerator Plug and Play Indonesia pertama kali didirikan pada tahun 2016 untuk membantu startup dengan ide bisnis dan produk yang bertemakan “Mobile” dan “Fintech” yang diharapkan dapat merubah dan menumbuhkan berbagai industri di Indonesia.

Selama 14 minggu, para startup melalui berbagai workshop mengenai business modeling, growth hacking, pitching, dan fundraising, juga berbagai acara networking dimana para startup bertemu dengan perintis perubahan di industri mereka.

Beberapa dari kesembilan startup sudah mengumumkan keberhasilan mereka dalam mengumpulkan dana lanjutan maupun menjalin berbagai kerjasama yang dapat mengembangkan bisnis mereka.

Berikut ringkasan bisnis kesembilan startup gelombang pertama Plug and Play Indonesia (sesuai abjad):

1. Astronaut: startup dengan platform video-selfie berbasis mobile untuk memfasilitasi interview.

2. Brankas: Platform financial management dengan fitur untuk mengirim dan menerima
pembayaran, pengaturan budget, dan pengaturan beberapa akun bank dalam satu aplikasi.

3. Bustiket : Platform yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pemesanan tiket bus
antarkota dengan sistem global distribution system (GDS) yang terhubung dengan offline travel
agencies.

4. Dana Didik: Platform crowdfunding yang menghubungkan mahasiswa kurang mampu dengan
calon penyumbang dana melalui peer-to-peer lending.

5. Karta: Penyedia jasa iklan dengan sepeda motor yang memungkinkan pengendaranya
mendapatkan pendapatan sesuai dengan jarak yang ditempuh.

6. KYCK: Platform yang memungkinkan penyedia jasa untuk melakukan proses Know Your
Customer (KYC) jarak jauh atau remote.

7. Otospector: Platform yang menawarkan jasa inspeksi atas mobil bekas dengan mekanik
terverifikasi dan sistem penilaian yang sudah distandarisasikan. Laporan ata kondisi kendaraan
dapat diakses secara online.

8. Sayurbox: Platform e-commerce yang memungkinkan pengguna untuk membeli sayur secara
langsung dengan petani.

9. Wonderworx: Portal pekerjaan outsource untuk designer dan engineers.

Selama tiga bulan ini, para startup menerima dukungan yang menyeluruh dari Plug and Play Indonesia, mulai dari pendanaan, mentorship, sampai kesempatan untuk bertemu dengan perusahaan dan pembuat kebijakan.

“Plug and Play membantu kami untuk tetap fokus pada pekerjaan yang penting. Begitu banyak hal yang harus dilakukan di dalam startup dengan waktu dan sumber daya yang terbatas, Plug and Play membantu kami untuk fokus mendanai lebih banyak pelajar,” ujar Dipo Satria, pendiri Dana Didik.

Plug and Play juga membantu para startup untuk mengembangkan strategi bisnis mereka, “Selama program Plug and Play, penjualan kami menembus angka tertinggi berkat perubahan pada strategi pemasaran kami,” ujar Amanda Susanti, pendiri Sayurbox.

“Ikut serta dalam program Plug and Play memberi kami kesempatan untuk bertemu dengan berbagai perusahaan yang membutuhkan jasa kami. Melalui Plug and Play, kami berhasil membuat kerjasama dengan salah satu classified portal terbesar di Indonesia, “ujar Jeffrey Andika, pendiri Otospector.

Direktur Astra International Paulus Bambang mengikuti standar Plug and Play Indonesia, ketika berbicara tentang startup, maka yang terutama adalah bimbingan, bukan pendanaan. "Melalui Plug and Play Indonesia, kami telah bertemu dengan sedikitnya 5 startup yang sangat menarik untuk kami bina,” katanya.

Presiden Direktur Plug and Play Indonesia Wesley Harjono berharap melalui Plug and Play Indonesia, para startup dapat bertemu dengan calon klien, mitra, maupun investor. "Kami sangat senang dengan dukungan yang diberikan oleh para pemangku kepentingan di ekosistem startup, terutama instansi pemerintahan dan para pembuat regulasi yang memfasilitasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia," katanya.

Melihat kesuksesan program akselerator gelombang 1, Plug and Play Indonesia saat ini sudah membuka pendaftaran untuk gelombang kedua yang rencananya akan dimulai sebelum akhir tahun 2017.(wn) 

Berita Pilihan  
Must Read