Ecommerce
 

BLANJA.com siap antisipasi “Amazon Effect”

Ecommerce 27 Jul 2017 | 08:01:25
BLANJA.com siap antisipasi “Amazon Effect”
JAKARTA (IndoTelko) - Langkah Amazon yang sebentar lagi merealisasikan pembukaan layanannya di pasar Asia Tenggara membuat sejumlah pemain eCommerce lokal memasang kuda-kuda.

Bagaimana tidak? Dalam laporan yang dikeluarkan Google dan Temasek, pasar eCommerce di Asia Tenggara tumbuh dari US$5,5 miliar di 2015 menjadi US$87,8 miliar di 2025. Ada sekitar 3,8 juta pengguna baru yang hadir setiap bulannya.

Indonesia berkontribusi sekitar 50% dari pengeluaran eCommerce pada 2025. Aksi Amazon yang akan memulai layanan di Singapura diprediksi sebagai pintu masuk pemain eCommerce ini membidik pasar lebih besar yakni Indonesia.

Di negeri asalnya, Amerika Serikat, Amazon telah menimbulkan efek disrupsi terhadap bisnis ritel. Brick and mortar sampai merasakan kesulitan keuangan. Diprediksi ada 25% mall di Amerika Serikat akan tutup pada 2022 nanti.

Di Asia Tenggara, kabarnya di Thailand sejumlah peritel yang tadinya akan melakukan ekspansi terpaksa wait and see. eCommerceIQ mengabarkan sejumlah pemain logistik di Thailand telah bersiap untuk menopang aksi Amazon di kawasan Asia Tenggara. (Baca: Amazon ke ASEAN)

Kabar Alibaba tengah bertarung dengan JD.com Inc untuk masuk dalam pendanaan Tokopedia juga tak bisa dilepaskan menghadang dari upaya kehadiran Amazon di Asia Tenggara. Shopee yang belakangan ini aktif pun tak bisa dilepaskan dari cara investornya Garena mulai berbicara mengantisipasi Amazon.

Lantas bagaimana dengan eBay? Di Indonesia, eBay menjalin kerjasama dengan Telkom melalui BLANJA.com. Siapkah eCommerce BUMN ini mengantisipasi datangnya “Amazon Effect”.

"Semua yang disini belum tahu pertarungannya akan seperti apa, soalnya masih ada lawan kuat lain yakni Alibaba, JD, atau Garena," ungkap CEO BLANJA.com Aulia E Marinto kepada IndoTelko, Kamis (27/7).

Diprediksinya, kompetisi jelas akan makin ketat, tetapi pasar indonesia yang potensial besar dan industri eCommerce indonesia masih baru menjadikan BLANJA.com menyakini masih memiliki peluang untuk bertumbuh.

"BLANJA.com punya advantage melangkah duluan. Dengan keunikan pasar Indonesia plus tantangan-tantangannya maka kita masih punya keyakinan, meskipun harus diakui Amazon adalah kompetitor kuat nantinya, khususnya dalam inovasi segala aspek," katanya.

Diungkapkannya, BLANJA.com memiliki sejumlah keunikan yang tak dimiliki pesaingnya. Misalnya, microsite eBay.Blanja yang memberikan pengalaman berbelanja di eBay dengan metode pembayaran yang lebih mudah. Belum lagi puluhan ribu pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang memiliki kanal khusus di BLANJA.com, serta produk-produk hasil binaan Rumah Kreatif BUMN (RKB).

"Untuk kanal eBay.Blanja traksinya bagus. Kita masih revamp, transaksi yang kita kejar kemarin masih untuk bahan mempelajari reaksi dan masukan pasar buat bahan analisa dan improvement semua aspek. Dari hasil Focus Group Discussion (FGD) kami mendapat masukan sangat berharga seperti salah satunya, lama pengiriman dan harga yang harus di bayar tidak masalah, tapi hendaknya info diperjelas. Nanti produk di kanal itu akan ditambah bukan hanya dari Amerika Serikat, tetapi juga Hong Kong, Jepang, Korea, dan Tiongkok," tukasnya.

Secara terpisah, Pengamat Teknologi Informasi Mochammad James Falahuddin menilai masuknya Amazon ke pasar Asia Tenggara menasbihkan kawasan ini memang menjanjikan untuk the next eCommerce market.

"Bicara Asia Tenggara, tentu Indonesia. Kita pemilik pasar terbesar. Kalau prediksinya sih paling dekat yang akan bertarung secara ketat itu investor Alibaba, Amazon, dan Tencent. Saya khawatirnya ini nasib pemain lokal," prediksinya. (Baca: UKM di Blanja)

Menurutnya, para pesaing Amazon harus bisa melawan kenyamanan end to end yang diberikan platform ini, mulai dari mencari barang hingga pengiriman. "Kalau di Amazon itu terasa "melayani". Pemain lain kalau melawannya dengan subsidi harga, bakal bleeding," katanya. (Baca: Produk eBay)

Dijelaskannya, membuka layanan di Singapura sebagai langkah yang cerdik dari Amazon untuk memangkas biaya pengiriman. "Dia buka hub di Singapura pasti biaya pengiriman turun untuk Indonesia nantinya. Nah, bagi pemain seperti BLANJA.com itu harus pintar bermain di niche market. Harus bisa membuat blue ocean, gak usah ikut-ikutan perang harga. Kanal eBay.Blanja serta produk UKM itu saja dibesarkan," sarannya.(dn)  

Berita Pilihan  
Must Read