Financial Analysis
 

Kinerja Mitratel tegap di 2016

Financial Analysis 24 Aug 2017 | 11:40:31
Kinerja Mitratel tegap di 2016
JAKARTA (IndoTelko) - PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) membukukan laba bersih sebesar Rp 1,5 triliun sepanjang 2016.

Dikutip dari laman resmi penyedia menara itu, sepanjang 2016 anak usaha Telkom ini berhasil memiliki 1.000 smartpole bertenant dan melakukan penandatanganan kerjasama dengan 47 PEMDA/PEMKOT untuk pemasangan micropole.

Sementara Pendapatan usaha yang diraih sepanjang 2016 sebesar Rp 3,4 triliun atau tercapai 102% dari target. Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA)  sebesar Rp 304 miliar.

Sepanjang 2016, Mitratel memiliki 7.411 tower dan tower mikro sejumlah 1.225 tower. Peningkatan tower makro diperoleh dari pembangunan sites build to suit dan akuisisi. Sejalan dengan peningkatan jumlah tower, tenant pun juga meningkat menjadi 8.508 untuk tower makro dan 1.343 tenant untuk tower mikro.

Mitratel terus melakukan pembangunan menara telekomunikasi untuk ketersediaan jaringan di beberapa wilayah yang belum tersentuh oleh sinyal telekomunikasi. Program yang dilabeli dengan BTS Merah Putih tersebut merupakan sinergi yang dilakukan oleh anak perusahaan Telkom Group yaitu Telkomsel dan Mitratel.

Saat ini salah satu menara yang telah rampung dibangun berada di site Golo Mori, Kab. Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Site ini menjadi awal bagi pembangunan 32 site BTS Merah Putih lain yang tersebar di NTB, NTT, Sulawesi, dan Maluku.

BTS Merah Putih merupakan program yang mengutamakan pembangunan menara telekomunikasi di daerah terpencil yang belum di cover oleh sinyal telepon dan rumah-rumah penduduk yang belum dialiri listrik.

Kala melakukan paparan publik beberapa waktu lalu, Direktur Digital and Strategic Portfolio Telkom David Bangun  mengungkapkan, saat ini valuasi Mitratel sudah masuk  jajaran elit di bisnis sewa menara yakni senilai Rp10 triliun.

Tahun ini rencananya Mitratel akan membangun sebanyak 2.300 tower dan microcell di seluruh Indonesia secara merata pada 2017. Belanja modal yang disiapkan Mitratel sekitar  Rp2,8 triliun.

Mitratel telah mengantongi portofolio pinjaman dari sejumlah bank antara lain, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., PT Bank Mandiri, PT Bank UOB Indonesia, PT Sarana Multi Infrastruktur, dan Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ.(ak)

Berita Pilihan  
Must Read