Global News
 

F5 menjadi pemuncak untuk WAF

Global News 16 Aug 2017 | 07:07:32
F5 menjadi pemuncak untuk WAF Associate Vice President (Financial Insights) IDC Asia Pacific Michael Araneta, Senior Vice President of F5 Asia Pacific Sales Adam Judd, Country Manager F5 Indonesia, Fetra Syahbana, dan Senior Director Marketing Asia Pacific F5 Networks Kuna Cillan Nalappan berdiskusi belum lama ini.(ist)
JAKARTA (IndoTelko) - F5 Networks mengumumkan bahwa Gartner, Inc telah menobatkan F5 sebagai Pemuncak dalam Magic Quadrant for Web Application Firewalls (WAF). Nama F5 berada di posisi tertinggi di kuadran LEADERS di dalam WAF yang diluncurkan pada 7 Agustus 2017.

“Application Security Manager— yang merupakan bagian dari WAF kami—selalu menjadi salah satu produk F5 paling populer. Banyak customer mengandalkan teknologi ini untuk melindungi aplikasi mereka dari berbagai jenis ancaman dan untuk membentengi diri dari kerentanan,” ujar EVP dan Chief Marketing Officer, F5 Ben Gibson, kemarin.  

Dikatakannya, belum lama ini perseroan melakukan ekspansi untuk memenuhi kebutuhan para customer di cloud dengan menghadirkan teknologi keamanan terpercaya yang sama namun dengan cara baru — sebagai managed service melalui Silverline WAF; sebagai portal layanan mandiri yang mudah digunakan melalui Silverline WAF Express; dan yang terbaru sebagai layanan click-to-deploy dalam public cloud marketplaces seperti Microsoft Azure.

"Kami yakin penobatan F5 di Magic Quadrant ini mencerminkan kepercayaan para customer terhadap solusi-solusi F5 WAF karena mereka melindungi aplikasi mereka on-premise dan di cloud,” katanya.

Untuk menggambarkan kondisi di pasar, Gartner mencirikan WAF sebagai teknologi yang “didorong oleh kebutuhan pelanggan guna melindungi berbagai public dan internal web applications saat digunakan secara lokal (on-premise) atau dari jarak jauh/remotely (hosted, berbasis cloud atau sebagai layanan).

WAF melindungi aplikasi web dan API dari berbagai jenis serangan, termasuk serangan injeksi dan lapisan aplikasi denial of service (DoS). Para pengguna seharusnya tidak hanya memberikan perlindungan berbasis signature, namun harus juga mendukung model-model keamanan yang positif dan/atau pendeteksian anomali.(ak)

Berita Pilihan  
Must Read