Global News
 

Adopsi TV UHD dan OLED tumbuh di Asia Tenggara

Global News 12 Sep 2017 | 08:18:11
Adopsi TV UHD dan OLED tumbuh di Asia Tenggara
JAKARTA (IndoTelko) - Lembaga riset Gfk mengungkapkan konsumen di seluruh dunia semakin berminat untuk meningkatkan pengalaman menonton TV yang lebih baik melalui TV UHD dan OLED.

Di seluruh dunia, sekitar 478.000 unit TV OLED terjual dalam enam bulan pertama pada tahun 2017 – meningkat 94 persen dari periode yang sama tahun lalu. Ultra HD, segmen yang juga berkembang secara global, sekarang menghasilkan hampir setengah dari keseluruhan nilai pasar TV (48%).

Meskipun secara keseluruhan pasar TV Asia Tenggara pada semester pertama tahun ini mencatat hanya sedikit peningkatan penjualan, yakni sebesar 1%  secara volume dan 2% secara nilai, namun segmen Ultra HD, yang juga dikenal sebagai 4K, dan segmen OLED tercatat mengalami 92% dan 69% lonjakan volume penjualan, dan peningkatan sebesar 53% dan 85% masing-masing secara nilai penjualan.

"OLED adalah teknologi TV terbaru yang menghasilkan banyak minat di pasar saat ini, terlebih lagi sekarang ini lebih banyak brand mulai menawarkan teknologi sejenis setelah sebelumnya hanya satu pemain yang mendominasi pasar sekian lama. Dengan persaingan yang meningkat ini, pasar lebih dinamis karena semakin banyak merek dan pengecer yang bersaing untuk menarik minat konsumen," sorot Direktur Senior Technology Retail Tracking, GfK Asia Gerard Tan.  

Di Asia Tenggara, pengeluaran konsumen untuk membeli TV UHD mencapai US$ 725 juta pada semester tahun 2017. Namun, karena tingginya permintaan atas model dengan ukuran layar yang lebih kecil dan harga yang lebih rendah, harga rata-rata di segmen ini turun sebesar 20% dalam setahun ke US$ 836.

Seiring persaingan yang memanas di pasar TV UHD, laporan pelacakan GfK menunjukkan peningkatan jumlah brand yang meluncurkan model TV UHD yang lebih terjangkau dan ukuran layar yang lebih kecil di pasar lokal. Di Vietnam, pilihan TV UHD pada tahun 2017 meningkat lebih dari 50%, dari 192 menjadi 303 model dalam setahun.

"Dengan minat konsumen di seputar TV UHD dan TV 4K, produsen TV perlu mencari cara untuk membedakan diri dari para pesaing, salah satunya adalah dengan memanfaatkan fungsi smart TV untuk mengembangkan aplikasi unik yang menarik bagi konsumen. Meningkatnya popularitas dan ketersediaan konten over-the-top (OTT) juga menarik banyak konsumen untuk meng-upgrade perangkat TV mereka demi mendapatkan pengalaman menonton yang lebih baik," katanya.

Permintaan segmen TV UHD diprediksi akan mengikuti trend yang meningkat hingga akhir 2017 dengan setidaknya mencapai 60% pertumbuhan volume penjualan di seluruh Asia Tenggara.

Menurut studi GfK lainnya berdasarkan Pelacakan Point of Sales (POS), siklus hidup produk TV semakin singkat dengan semakin cepatnya model-model baru yang diluncurkan ke pasar. Ini berarti brand memiliki rentang waktu yang lebih pendek untuk memasarkan produk mereka secara efektif.

Karena itu, semakin penting untuk memahami dan senantiasa memperoleh insight tentang bagaimana pengaruh aktifitas marketing dan investasi yang telah dikeluarkan terhadap kinerja penjualan produk mereka sehingga dapat mengoptimalkan strategi dengan tangkas untuk mencapai hasil maksimal atas portofolio mereka.(wn)

Berita Pilihan  
Must Read