Indepth
 

Pasar smartphone Indonesia hanya tumbuh 1%

Indepth 18 Aug 2017 | 11:57:26
Pasar smartphone Indonesia hanya tumbuh 1% ilustrasi
JAKARTA (IndoTelko) – Data terbaru Quarterly Mobile Phone Tracker dari International Data Corporation (IDC) mengungkapkan pengiriman smartphone di Indonesia mencapai 7,9 juta unit di periode kuartal kedua 2017, bertumbuh sebesar 1% year-over-year (YoY) dan 9% quarter- over-quarter (QoQ).

Periode bulan Ramadan, dengan berbagai penawaran diskon dan promosinya, berkontribusi terhadap meningkatnya kembali jumlah pengiriman smartphone dari kuartal pertama 2017.

Top 5 merk smartphone di kuartal kedua 2017 adalah: (1) Samsung, (2) OPPO, (3) Advan, (4) Asus, dan (5) Xiaomi.

Smartphone di kategori midrange, yaitu di rentang harga US$200-US$400, meraih pangsa pasar sebesar 28%, menunjukkan perumbuhan yang signifikan dari pangsa pasar 13% satu tahun yang lalu.

Hal ini merefleksikan perubahan dalam kebutuhan konsumen untuk beralih ke perangkat dengan spesifikasi yang lebih baik untuk menyokong pengalaman media & hiburan, produktifitas, dan mobile gaming.

“Selama beberapa tahun terakhir, berbagai vendor smartphone terus fokus dalam memenuhi regulasi TKDN, dan sekarang sebagian besar dari mereka sudah memenuhi regulasi tersebut, sehingga mereka dapat mengalihkan sumber dananya untuk berupaya melengkapi fitur dan nilai dari produk mereka,” ujar Associate Market Analyst, IDC Indonesia Risky Febrian dalam keterangannya, Jumat (18/8).  

“Top vendor smartphone telah meningkatkan persaingan ke level yang lebih tinggi dengan menawarkan fitur-fitur terbaru seperti resolusi kamera yang lebih tinggi, sensor sidik jari, kapasitas penyimpanan dan memori yang lebih tinggi pada harga yang terjangkau. Dan hal tersebut diikuti dengan ekspansi dari layanan purna-jual mereka, yang pada akhirnya menyulitkan vendor yang lebih kecil untuk bersaing,” tambah Risky.

Peningkatan smartphone midrange juga terpengaruh oleh maraknya perushaan mikro finansial seperti Homecredit, Aeon Credit, Kredivo dan Akulaku.

Layanan finansial tersebut membantu konsumen, yang tidak memiliki kartu kredit, untuk membayar dengan metode cicilan yang secara finansial lebih ringan, yang pada akhirnya membuat pembelian smartphone midrange dan high-end menjadi lebih mudah.

Pertumbuhan pangsa pasar midrange, yang didorong oleh merk berbasis Tiongkok dan global, telah menjadi titik manis bagi vendor smartphone dimana mereka dapat menawarkan produk dengan kualitas yang lebih baik dan juga dapat mengelola profit yang lebih besar. Di sisi lain, vendor smartphone lokal terus menyederhanakan portfolio modelnya untuk fokus performanya serta menyertakan konektivitas 4G.

Sebagian besar dari vendor lokal tersebut sudah menyertakan konektivitas 4G pada lebih dari setengah total pengiriman smartphone mereka.

Selain aktivitas pemasaran seperti biasa, vendor smartphone seperti Samsung, OPPO, dan Xiaomi menawarkan insentif khusus selama periode Ramadhan. Mereka bekerjasama dengan bank dan perusahaan mikor-finansial untuk menawarkan promo cashback dan cicilan dengan bunga nol persen.

“Transisi dari smartphone ultra low-end ke tingkat yang lebih tinggi menunjukkan pertanda yang positif untuk Indonesia, terutama dalam hal kompetisi digital. Pergeseran ke arah perangkat yang lebih canggih sangat krusial karena akan membuka kesempatan baru untuk investor lokal ataupun asing terhadap implementasi berbagai trend teknologi digital, seperti misalnya Augmented/Virtual-Reality (AR/VR), Artificial Intelligence (AI), e-commerce, dan lain sebagainya,” ujar Snr Analyst & ASEAN Devices Research Team Lead Jensen Ooi.(wn)

Berita Pilihan  
Must Read