Industry
 

Pins Siapkan Bundling untuk Telkomcel

Industry 25 Mar 2013 | 00:59:58
Pins Siapkan Bundling untuk Telkomcel Ilustrasi (DOK)
JAKARTA (IndoTelko) — PT Pramindo Ikat Nusantara atau Pins Indonesia (Pins)) tengah menyiapkan perangkat untuk paket bundling guna mendukung ekspansi Telkomcel di Timor Leste.

“Kami mendukung aksi Telkomcel menggarap pasar Timor Leste. Kita sedang berbicara dengan para mitra untuk ketersediaan perangkat guna mendukung aksi bundling di sana oleh Telkomcel,” ungkap GM Multimedia Bisnis Pins Agus Trikaton.

Untuk diketahui, Pins adalah anak usaha Telkom di bisnis Premise Integration Service dengan  pilar bisnis utama, yaitu penyediaan perangkat (Premises Equipment/PE), layanan integrasi perangkat dan jaringan (Premises Intergration/PI), serta pemeliharaan perangkat dan jaringan (Maintenance).

Telkomcel  adalah anak usaha Telkom di Timor Leste yang baru saja mengomersialkan layanan seluler. Telkom mempersenjatai Telkomcel dengan investasi sekitar US$ 50 juta untuk mendukung aksi di Timor Leste.

Saat ini Telkomcel  melayani 42 ribu pelanggan disokong oleh 63 BTS, dimana 54 BTS di antaranya sudah beroperasi yang melayani 6 distrik di Timor Leste, yakni di Dili, Baukau, Elmera, Aieleu, Bobonaro, dan Likisa.
Telkomcel memiliki alokasi frekuensi sebanyak  5 MHz di rentang  850 MHz dan 15 MHz di rentang 2,1 GHz.
 
Di  Timor Leste terdapat total 400 ribu pelanggan seluler dengan  average revenue per user (ARPU) mencapai US$ 10 atau hampir Rp 100 ribu.  Telkomcel menargetkan revenue omzet pada tahun ini sekitar US$ 10 juta dengan memiliki  120 ribu pelanggan.
 
Agus menjelaskan, tantangan untuk penyediaan perangkat di Timor Leste adalah penggunaan frekuensi 850 MHz untuk 3G yang berbeda dengan Indonesia di 2,1 GHz.

“Tantangannya di 3G untuk Timor Leste di frekuensi 800 MHz. kita harus cari perangkat dengan harga terjangkau di frekuensi itu,” katanya.

Diungkapkannya, saat ini perseroan tengah berbicara dengan para mitra untuk pengadaan perangkat itu. “Kita untuk ponsel memiliki beberapa mitra ada Samsung,  ZTE, Huawei, dan terakhir Lenovo untuk smartphone terbarunya,” katanya.
Omzet

Lebih lanjut Agus mengungkapkan, pada tahun ini Pins  membidik  omzet sekitar Rp 2,6 triliun atau melesat dari  2012 sebesar Rp 1 triliun.
“Kita memang membidik omzet lumayan tinggi pada tahun ini karena banyak kesempatan menjadi bisnis yang bisa menjadi pendapatan,” ungkapnya.
 
Diungkapkannya, pada tahun lalu bisnis solusi Teknologi Informasi (TI) menjadi penopang bagi pendpaatan perseroan yang terdiri atas layanan data center, smart building, seat management, dan lainnya. Berikutnya adalah dari penjualan ponsel sekitar seperempat dari total omzet sumbangannya.

Bisnis baru yang tengah digarap Pins adalah Digital Signage alias semacam perangkat untuk digtal advertising di luar ruang. Pins dalam posisi untuk menyediakan perangkat.

“Kita sudah ada kesepakatan dengan Damri dimana 500 unit mobilnya nanti akan dipasang perangkat Digital Signage. Selain itu kita juga ada beberapa titik di Jakarta, salah satunya kawasan Senayan,” katanya.

Berdasarkan catatan, Pins pada tahun ini menyiapkan belanja modal  sekitar  Rp 520 miliar untuk menopang ekspansinya.(id)
 

Berita Pilihan  
Must Read