Rumors
 

Dikabarkan hancur, Telkom 1 malah kirim sinyal telemetri

Rumors 02 Sep 2017 | 15:38:04
Dikabarkan hancur, Telkom 1 malah kirim sinyal telemetri Teknisi Telkom terus melakukan repointing sebagai dampak anomali satelit Telkom 1.(dok)
JAKARTA (IndoTelko) - Satelit Telkom 1 yang mengalami anomali sejak pekan lalu ternyata masih mampu mengirimkan sinyal telemetri dan menerima perintah dari Stasiun Pengendali Utama Satelit milik Telkom di Cibinong.

"Terkait pemberitaan tentang adanya serpihan dari satelit Telkom 1 yang dilaporkan salah satu portal asing, kami bisa pastikan Telkom 1 masih dapat menerima command dan mengirim sinyal telemetri satelit," tegas VP Corporate Communication Telkom Arif Prabowo dalam rangka "Daily Update Recovery Layanan Pelanggan Telkom 1" kepada IndoTelko, Sabtu (2/9).

Diprediksinya, benda yang dianggap debris (serpihan) seperti dalam pemberitaan media itu kemungkinan besar adalah hydrazine yang keluar dan membentuk seperti awan, dimana gas ini akan menghambur, menguap secara cepat. Hydrazine adalah bahan bakar yang berupa cairan kimia yang sempat beku karena suhu di ruang angkasa yang sangat dingin.

"Suhu angkasa kan berada pada lebih dari 120-an derajat celcius sampai dengan -200 derajat celcius. Lagian kalo dibaca statement dari ExoAnalytic  di portal itu, mereka juga tak begitu yakin barang terlihat itu apa. Hanya menduga. Jadi, jangan cepat ambil kesimpulan. Wong kita bisa "komunikasi" dengan satelitnya," tutupnya.

Secara terpisah, Ketua Asosisasi Satelit Seluruh Indonesia (ASSI) Dani Indra Widjanarko menduga hal yang sama dengan Telkom. "Sepertinya bukan hancur berkeping-keping, karena kalau hancur penyebabnya apa?" tanyanya.

Sebelumnya,  laman Arstechnica pada (31/8) menginformasikan terekamnya sebagian serpihan dari satelit Telkom 1 terekam oleh solusi ExoAnalytic.

CEO ExoAnalytic Doug Hendrix dalam laman itu mengatakan Telkom 1 sudah terpisah-pisah bagiannya di geo orbit (ketinggian 36 ribu Km) salah satunya terlihat di sebelah timur angkasa timur Australia. "Anda bisa lihat kalau material berserakan, itu bisa solar panel, baterai atau serpihan lainnya,” katanya. (Baca: Dampak Anomali Telkom 1)

Dalam kalkulasi  ExoAnalytic, posisi Telkom-1 sekarang drifting, sehingga tak bisa diprediksi kemampuan untuk kembali ke orbitnya. (Baca: Anomali Telkom 1)

Orbit Geostasioner adalah orbit geosinkron yang berada tepat di atas ekuator Bumi (garis lintang 0 derajat), dengan eksentrisitas orbital sama dengan nol. Secara geometri orbit ini mempunyai setengah sumbu utama (semimajor axis) yang panjangnya 42164.17 km.(id)

Berita Pilihan  
Must Read