Nokia tawarkan arsitektur jaringan Future X untuk 5G

13 Feb 2018 | 09:25:28
Nokia tawarkan arsitektur jaringan Future X untuk 5G
JAKARTA (IndoTelko) – Nokia menjabarkan lingkup arsitektur Future X untuk 5G, yang menjadi dasar referensi baru dari  desain silikondan dasar portofolio teknologi dan layanan 5G Nokia.

Portofolio ini terdiri dari suatu jaringan end-to-end penuh yang menghasilkan kapasitas data hingga tiga kali lebih banyak per lokasi seluler dan menurunkan total biaya operasi sebesar 30% melalui otomatisasi berbasis kecerdasan buatan.

Future X 5G dari Nokia memberikan performa baseband yang belum pernah terjadi sebelumnya berkat terobosan chipset ReefShark Nokia.

Chipset ReffShark juga mengurangi ukuran antena MIMO yang masif hingga 50%, meningkatkan pilihan penerapan, sekaligus mencapai pengurangan sebesar 64% dalam konsumsi daya unit baseband.

Teknologi beamforming berbasis Pembelajaran Mesin memungkinkan jaringan untuk “mengikuti” perangkat mobile dan memperluas jangkauan seluler, serta menyediakan kapasitas besar di mana pun dibutuhkan. Jaringan Future X 5G merupakan jaringan yang dapat disesuaikan secara efisien untuk mengatasi traffic dan penciptaan layanan dan aplikasi baru yang konstan yang ditugaskan ke “slice” jaringan.

Solusi core Nokia 5G, seperti Cloud Packet Core, menggabungkan konsep arsitektur cloud-native seperti fungsi jaringan dari disagregasi software, elemen software fungsional stateless dengan pemrosesan “state-efficient” dan layer data bersama, dengan jaringan cloud otomatis dan lifecycle manajemen yang dinamis. Hal ini akan memberikan kemampuan penyampaian layanan, kecepatan layanan dan efisiensi layanan operasional terbaik di kelasnya.

Otomatisasi adalah kunci untuk mewujudkan potensi operasi 5G yang sepenuhnya dan menangani sejumlah besar koneksi jaringan dan kebutuhannya yang berbeda. Nokia mengembangkan kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin di seluruh jaringan ke lokasi seluler radio di manapun lokasi tersebut berada dan meningkatkan kinerja dan operasi.

Otomatisasi di atas infrastruktur cloud native Nokia juga bisa menghasilkan penghematan operasional sekitar 30%. Nokia mengadopsi budaya arsitektur terbuka untuk memungkinkan pelanggan mengakses serta mendapakan mamfaat dari intelijen jaringan di dalam jaringan mereka.

“Nokia telah mengambil pendekatan holistik melalui portofolio Future X 5G-nya untuk mendorong kinerja yang dibutuhkan oleh aplikasi 5G. Dengan begitu luasnya keahlian teknologi dan layanan perusahaan, Nokia berada dalam posisi yang unik untuk mengoptimalkan jalur operator menuju 5G,” kata Executive Director, Research and Analysis, IHS Markit Stéphane Téral dalam keterangan (12/2).

President of Mobile Networks di Nokia Marc Rouanne mengatakan dengan portofolio Future X 5G Nokia,  perseroan menghadirkan data jaringan dan intelijen jaringan bagi para pelanggan  untuk bersama-sama memprogram dan menyesuaikan teknologi pembelajaran mesin dan otomatisasi yang dijalankan pada teknologi silikon baru.

“Arsitektur Future X yang diciptakan dari hasil penelitian Nokia Bell Labs kami memungkinkan untuk mengkombinasikan keahlian-keahlian di dalam Nokia, dalam hal IP, Optics, RF, software dan silikon in-house yang inovatif. Kami kini berharap dapat memberikan kemampuan dan efisiensi yang belum pernah ada sebelumnya yang memungkinkan pelanggan kami untuk mentransformasikan penawaran layanan mereka ke 5G," katanya.(wn)

indosat 2018
Berita Pilihan  
Must Read