indihome Asian Games
 

Publik pertanyakan keseriusan Kominfo blokir Blued

22 Jan 2018 | 10:39:53
Publik pertanyakan keseriusan Kominfo blokir Blued Screenshot aplikasi Blued per 22 Januari 2018 di Google Play (dok)
JAKARTA (IndoTelko) – Warganet mulai mempertanyakan kinerja Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam memblokir aplikasi berbau Lesbian, gay, bisexual, dan transgender (LGBT) yang berasal dari Tiongkok, Blued.

“Kominfo mengeluarkan rilis media pada 17 Januari 2018 tentang upayanya memblokir keberadaan Blued di dunia maya. Nyatanya, sampai sekarang (22/1) saya bicara dengan Anda pagi ini, masih ada aplikasinya di Google Play dan portal Blued Indonesia bisa diakses,” keluh Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi dalam pesan singkat (22/1) pagi.

Heru menyayangkan ketidakseriusan Kominfo dalam mengelola penapisan terhadap Blued karena isu LGBT sedang panas di ranah politik.

“Kominfo jika tak serius mengelola isu blokir Blued ini bisa dituding pro LGBT. Kasihan saya dengan Pak Rudi (Menkominfo Rudiantara) kalau nanti sibuk hadir sana-sini untuk Talk Show cuma mau bilang sudah ada usaha blokir Blued,” sindirnya.

Heru mengingatkan jika aplikasi Blued masih bisa diakses hingga akhir Januari 2018, bisa dikatakan Kominfo melakukan pembohongan publik. “Ini kan rujukannya rilis Kominfo ke media pada 17 Januari 2018. Sekarang kita tagih janjinya. Publik gak mau tau itu gimana caranya, blokir tuh Blued,” tandasnya.

Sebelumnya, Kominfo dalam rilis resmi ke media pad 17 Januari 20018 menyatakan terus menerus aktif melakukan penanganan konten negatif di Internet, termasuk kegiatan yang melanggar juga yang memberikan dukungan terhadap pelanggaran nilai norma dan sosial budaya. (Baca: Blokir Blued)

Pada 28 September 2016 terdapat 3 DNS dari 3 Aplikasi LGBT yang tidak sesuai dengan Peraturan telah dilakukan pemblokiran. Kemudian pada 12 Oktober 2017, 5 Domain Name System (DNS) dari Aplikasi Blued juga telah dilakukan pemblokiran. Kemudian pada Januari 18, telah dilakukan pemblokiran sejumlah 9 DNS-nya. (Baca: Blued menguji Kominfo)

Dalam kenyataan, hingga 22 Januari 2018 pagi, portal Blued Indonesia masih bisa diakses melalui sejumlah koneksi internet milik operator telekomunikasi dan aplikasi Blued masih nangkring di Google Play.(id)

indosat 2018
Berita Pilihan  
Must Read