Digital Talent

Pemenang SocioDigi Leader diterbangkan ke Silicon Valley

Liputan Khusus 16 Dec 2016 | 14:06:24
Pemenang SocioDigi Leader diterbangkan ke Silicon Valley CHCO Telkom Group Herdy Harman (duduk, kiri) bersama para pemenang pertama Socio Digi Leader saat melakukan studi banding di kawasan Silicon Valley, Amerika Serikat, akhir November lalu.(Foto: HCM Telkom)
JAKARTA (IndoTelko) –  Tiga pemenang kompetisi SocioDigi Leader 2016, yang digelar Chief Human Capital Officer (CHCO) Telkom Group Herdy Harman, diberangkatkan studi banding ke tiga negara yang dikenal sudah mumpuni untuk urusan teknologi.

Program yang diusung Human Capital Management  Telkom ini berupaya menyiapkan pemimpin masa depan di era digital yang memiliki kepekaan sosial, sekaligus berbakti kepada negeri dalam mendukung program pemerintah menyiapkan 1000 startup pada 2020.

Herdy mengatakan, tiga negara tersebut adalah Silicon Valley, Amerika Serikat untuk pemenang pertama yakni Tim Tukangpedia, Hongkong (Tim Vestifarm), serta Singapura (Tim Angkuts).

Ketiga tim berangkat selama seminggu-an mulai tanggal 20 November hingga akhir November. Mereka bertemu langsung mentor, terutama bidang sociopreneur dan inkubator global yang berhasil. Antara lain Google, Facebook, Plug & Play di Silicon Valley, Pay Pal Incubator di Singapura, serta Net CV di Hongkong.

“Kami harapkan ini dapat menambah pengetahuan, pemahaman, bahkan peluang di masa depan sebagai sebuah startup company dengan bertemu mentor dan investor berpengalaman. Kami pastikan selama ikut program ini, mereka tidak terbebani masalah finansial. Telkom menyediakan uang saku hingga beasiswa, bahkan bagi yang terpilih akan menjadi karyawan kami ke depannya," katanya dalam rilis yang diterima (15/12).

Menurut dia, kesempatan emas ini terbuka bagi seluruh generasi muda dari Sabang hingga Merauke dengan seluruh inisiasi dan pelaksanaan program dilaksanakan BUMN telematika tersebut.

Karena itu, apresiasi dan impresi diberikan juri lainnya di luar dirinya, ketika proses penjurian menuju 10 besar hingga babak final dilakukan. Juri lain adalah Rosiana Silalahi (jurnalis/presenter), Billy Boen (pengusaha muda), dan CEO Blanja.com Aulia Marinto.

"Ide-ide mereka kreatif dan segar, a brand new. Saya bangga anak muda Indonesia, di usia semuda itu, mereka sudah punya ide dan solusi untuk masalah sosial di tanah air. Banyak wawasan dan ide baru, ini program mempertemukan orang-orang hebat," katanya.

SocioDigi Leader, sambung dia, berusaha membantu mengemas program-program tersebut dengan mengacu kapasitas dan pengalaman Telkom Group bergerak di bidang industri digital selama puluhan tahun.

CEO Tukangpedia Anita Rahmawati mengatakan, solusi ditawarkannya adalah platform yang menyediakan berbagai jenis tukang yang dibutuhkan.
Tukangpedia hadir untuk memberikan kemudahan dalam menemukan kontak dan review tukang yang berada di sekitar kita.

"Semudah kita mencari, temukan, dan hubungi sendiri tukang yang dibutuhkan. Tinggal proses sendiri semuanya sesuai yang Anda inginkan," katanya.
Selain Anita, tim dari Balikpapan ini beranggotakan Fahmi Hidayatullah sebagai CTO, Istia Budi (CMO), dan Wimba Prambada (CFO).

Sementara Vestifarm adalah platform online investasi peternakan sapi dengan konsep patungan. Siapapun dapat memiliki bisnis ternak sapi yang menghasilkan lebih baik dari investasi emas dan reksadana sekaligus menghasilkan dampak sosial bagi masyarakat.

CEO Vestifarm Darman Jarrahman menjelaskan, dengan konsep patungan yang bisa diikuti oleh 5-6 orang untuk 1 ekor sapi, estimasi hasil keuntungan sebesar 30% dalam waktu 3,5 bulan. "Jauh lebih besar dan lebih cepat dibandingkan investasi emas dan reksadana," katanya.

Tim sendiri sebelumnya diikuti 50 kelompok dan dikerucutkan lagi dalam putaran final sebanyak 20 kelompok yang berasal dari berbagai kota di Indonesia.

Mereka adalah Serinus (Surabaya), Vanya (Bandung), Greeco (Depok), Sewain.com (Jakarta), Tukang Pedia (Balikpapan), dan Indonesia Melek Jurusan (Cilegon).

Kemudian, Bismillah (Surabaya), Vestifarm (Bandung), Mau Lapor Indonesia (Yogyakarta), Kapiler Indonesia (Depok), Barbel Manja (Salatiga), Angkuts (Pontianak), Final Six (Bandung), Loak.co (Bandung), Salatiga (Salatiga), Da'i Moeda (Bandung), Farmhub (Surabaya), Angon Indonesia (Semarang), E-chef (Jakarta), dan Second Vision (Yogyakarta).

Setelah melalui proses penjurian yang ketat, terpilihlah 10 tim terbaik untuk memperebutkan posisi 3 besar Socio Digi Leaders 2016 dengan melewati presentasi di depan empat juri tersebut. Ketiga tim juara tadi akhirnya diumumkan setelah melalui serangkaian tahapan dan presentasi yang dikemas mirip variety show di Telkomsel Smart Office, Jakarta, September lalu.

Kompetisi kreatif ini pertama dibuka 31 Mei 2016 lalu di Ubud, Bali dengan respon peserta luar biasa, berasal dari Aceh hingga Papua. Program dimaksudkan mendorong sekaligus menjaring talenta muda berbakat yang memiliki kepekaan sosial untuk mengimplementasi ide serta gagasannya dalam wadah aplikasi digital.

"Dengan adanya program Socio Digi Leaders diharapkan muncul pemimpin digital yang mampu berkontribusi untuk memecahkan masalah sosial di Indonesia dengan kreativitas dan inovasi berbasis digital," sambung Herdy.

Berbekal wawasan yang diperoleh setelah menjalani tahap internship, para peserta menjadi lebih matang dan percaya diri dalam membawakan presentasi di hadapan dewan juri maupun setelah melewati seluruh tahapan lomba. (tp)

SHARE